Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Soal dan Jawaban UAS Mobile Programming

maswijaba.my.id

➤ Soal dan Jawaban UAS Mobile Programming Unpam

1. Jelaskan bentuk implementasi BroadcastReceiver dan berikan contoh source-codenya!

Broadcast Receiver adalah sebuah komponen Android yang berfungsi untuk melakukan
broadcast pesan dari aplikasi lain atau dari sistem itu sendiri. Pesan yang di broadcast
disebut event atau intent. Aplikasi melakukan broadcast untuk memberi tahu aplikasi
lainnya bahwa beberapa data telah di unduh ke perangkat yang tersedia, lalu penerima
broadcast akan menerima pesan untuk melakukan transfer informasi.

Membuat Broadcast Receiver class dengan mengimplementasikan subclass dari class
Broadcast Receiver. Broadcast Receiver menerima Intent melalui panggilan ke
onReceive(). Method onReceive() memiliki parameter Context dan Intent.
Berikut ini contoh method onReceive pada MyBoadcastReceiver class:
public class MyReceiver extends BroadcastReceiver {
Public MyReceiver() {
}
@Override
public void onReceive(Context context, Intent intent) {
Toast.makeText(context, "Intent Detected.", Toast.LENGTH_LONG).show();
}
}

2. Jelaskan perbedaan antara Shared Preferences, Content Provider dan SQLite!

  • SharedPreference adalah sebuah class yang berfungsi sebagai media
    penyimpanan data primitif pada file internal pada aplikasi dalam bentuk keyvalue.
    SharedPreference menyediakan method sederhana untuk membaca dan
    menulis, kita dapat meggunakan class ini untuk menyimpan nilai-kunci yang
    relatif kecil.
  • Content Provider yaitu dengan meminta komponen dan memberikan data
    dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Permintaan ini dengan cara kelas
    ContentResolver untuk menangani. penyedia konten dapat menggunakan
    berbagai cara untuk menyimpan data. Data dapat disimpan dalam database, file,
    atau bahkan jaringan.
  • SQLite merupakan database management system yang populer untuk
    penyimpanan lokal / client pada aplikasi perangkat lunak. SQLite merupakan
    database engine yang paling banyak digunakan di dunia untuk keperluan seperti
    browser, sistem operasi, dan aplikasi mobile. SQLite pada aplikasi Android
    menyimpan data internal aplikasi itu sendiri, aplikasi lain tidak dapat
    menggunakannya. Database SQLite pada aplikasi Android dibuat dengan class
    anak (subclass) dari class SQLiteOpenHelper. Class tersebut menjadi class data
    access untuk database SQLite. Object dari class tersebut dapat digunakan oleh
    semua class lain yang mengakses database.

3. Berikan contoh implementasi synchronous dan asynchronous dalam pemrograman Android!

Contoh implementasi Synchronous:

 @Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main); Button btnUpload = (Button)
findViewById(R.id.btn_upload);
btnUpload.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
upload();
showNotification();
}
});
} 

Contoh implementasi Asynchronous:

 @Override
protected String doInBackground(Void... params) {
// doInBackground() adalah tempat kita melakukan proses di thread lain
upload();
return null;
}
@Override
protected void onPostExecute(String result) {
// onPostExecute akan dieksekusi setelah doInBackground selesai dieksekusi
showNotification();
}
}@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_main);
getSupportActionBar().setTitle("API Request Demo");
Button btnUpload = (Button) findViewById(R.id.btn_upload);
btnUpload.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
UploadFileTask uploadFileTask = new UploadFileTask();
uploadFileTask.execute();
}
});
}

4. Berikan contoh source code yang dapat mendefinisikan koordinat suatu lokasi!

package com.example.root.peta;
import android.support.v4.app.FragmentActivity;
import android.os.Bundle;
import com.google.android.gms.maps.CameraUpdateFactory;
import com.google.android.gms.maps.GoogleMap;
import com.google.android.gms.maps.OnMapReadyCallback;
import com.google.android.gms.maps.SupportMapFragment;
import com.google.android.gms.maps.model.LatLng;
import com.google.android.gms.maps.model.MarkerOptions;
public class MapsActivity extends FragmentActivity implements
OnMapReadyCallback {
private GoogleMap mMap;
@Override
protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.activity_maps);
// Obtain the SupportMapFragment and get notified when the map is
ready to be used.
SupportMapFragment mapFragment = (SupportMapFragment)
getSupportFragmentManager()
.findFragmentById(R.id.map);
mapFragment.getMapAsync(this);
}
@Override
public void onMapReady(GoogleMap googleMap) {
mMap = googleMap;
// Add a marker in Jakarta and move the camera
LatLng Jakarta = new LatLng(-6.175075, 106.827101);
mMap.addMarker(new MarkerOptions().position(Jakarta).title("Marker
in Jakarta"));
mMap.moveCamera(CameraUpdateFactory.newLatLng(Jakarta));
}
}

5. Sebutkan dan jelaskan jenis App Permission pada Android!

  • Normal Permission : Artinya aplikasi android yang kita buat secara otomatis
    sudah memiliki permission-permission ini dan tidak akan menampilkan jendela
    permintaan karena dianggap tidak membahayakan aplikasi.
  • Runtime Permission : permintaan akan permission yang dilakukan saat aplikasi
    sedang berjalan dan mereka membutuhkan permission tersebut.
  • Permission Groups : menghindari user dari mendapatkan spam banyak
    permission yang saling berkaitan dikelompokkan dalam satu grup.

Post a Comment for "Soal dan Jawaban UAS Mobile Programming"