Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Makalah Resensi & Notasi Ilmiah - Bahasa Indonesia - maswijaba

maswijaba.my.id

KATA PENGANTAR

ﻪﺗ ﺎﮐﺭﺑﻭ ﷲﺍ ﺔﻤﺤﺮﻭ ﻡﮑﻳﻠﻋ ﻢ ﻼﺴﻟﺃ

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada penulis. Shalawat dan salam kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW berserta keluarga dan para sahabatnya, sehingga pembuatan serta penyusunan makalah tentang “RESENSI DAN NOTASI ILMIAH” ini dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga dapat terselesaikan . Dalam menyelesaikan laporan ini kami banyak mendapatkan hambatan yang merupakan pelajaran berharga bagi penulis. Tak lupa penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

· Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya kepada kami.
· Ibu Kasih, selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia.
· Orang Tua yang selalu memberikan motivasi dan nasihat serta doa restu kepada kami.
· Serta pihak yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.

Atas segala bimbingan, bantuan, pengarahan, saran, kritik, dan kebaikan yang telah Bapak, Ibu, keluarga, teman-teman, berikan akan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Segala usaha yang sungguh-sungguh kami telah mencoba untuk meminimalisir kesalahan maupun kelemahan yang mungkin ada dalam tulisan ini, namun tiada sesuatu pun di dunia ini yang sempurna. Sehingga saran dan kritik membangun akan amat sangat membantu dalam perbaikan tulisan ini.




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................................................1
DAFTAR ISI....................................................................................................................................2
DAFTAR GAMBAR.......................................................................................................................3

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG................................................................................................................ 4
B. RUMUSAN MASALAH............................................................................................................4
C. TUJUAN PENULISAN............................................................................................................. 4
D. MANFAAT..................................................................................................................................5
1. Manfaat Teoritis...........................................................................................................................5
2. Manfaat Praktis........................................................................................................................... 5

BAB II
PEMBAHASAN.

A. KAJIAN TEORI..........................................................................................................................6
B. PEMBAHASAN......................................................................................................................... 6
1. RESENSI......................................................................................................................................6
2. KOMPONEN RESENSI NOVEL................................................................................................8
3. NOTASI ILMIAH.......................................................................................................................12

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN.. ......................................................................................................................18
B. SARAN..................................................................................................................................... 18 




BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam sebuah karya yang telah dihasilkan perlu adanya penilaian terkait dengan karya tersebut. Resensi merupakan sebuah tulisan yang berisi tentang penilaian sebuah karya bias berupa buku ataupun film.Penilaian yang seimbang akan memberikan makna tersendiri bagi penulis penerbit dan pembaca. Resensi diperlukan untuk mengetahui informasi dari sebuah buku. Buku yang di resensi merupakan buku yang baru diterbitkan. Melalui resensi, masyarakat pembaca dapat memperoleh informasi tentang penting tidaknya buku itu untuk dibaca dengan berbagai keunggulan dan kelemahan yang terdapat pada buku tersebut.

Menulis resensi berarti menyampaikan informasi mengenai ketetapan buku bagi pembaca didalam nya disajikan berbagai ulasan mengenai buku tersebut dari berbagi segi. Ulasan ini dikaitkan dengan selera pembaca dalam upaya memenuhi kebutuhan akan bacaan yang dapat di jadikan acuan bagi kepentingan nya. Dalam makalah ini akan dibahas segala sesuatu tentang resensi dan notasi ilmiah agar kedepan pembaca tidak bingung dan bertanya-tanya tentang resensi dan notasi ilmiah.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa itu resensi ?
2. Apa saja tujuan dari resensi ?
3. Apa saja dasar-dasar resensi ?
4. Apa itu notasi ilmiah ?
5. Apa saja teknik-teknik notasi ilmiah ?

C. TUJUAN PENULISAN

1. Untuk mengetahui pengertian resensi
2. Untuk mengetahui tujuan resensi
3. Untuk mengetahui dasar-dasar resensi
4. Untuk mengetahui pengertian notasi ilmiah
5. Untuk mengetahui teknik-tenkik notasi ilmiah

D. MANFAAT

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk dijadikan sebagai sumber informasi dan mempermudah masyarakat untuk mengetahui resensi dan notasi ilmiah.

2. Manfaat Praktis

· Manfaat bagi penulis

Agar dapat menambah wawasan dan meningkatkan pengetahuan dan memahami pentingnya teori yang didapat dalam meresensi dan mengkaji sebuah notasi ilmiah serta dapat mengaplikasikan teori tersebut ke dalam dunia pekerjaan.

· Manfaat bagi pembaca
  • Pembaca dapat mengetahui, memahami konsep dasar penulisan Resensi dan Notasi Ilmiah.
  • Pembaca dapat mengetahui dan memahami tujuan dari Resensi dan Notasi Ilmiah.
  • Pembaca dapat mengetahui, memahami dan mampu mengimplementasikan teori, konsep dan langkah-langkah penulisan Resensi dan Notasi Ilmiah.
  • Pembaca dapat mengetahui, memahami dan menguasai tentang pembuatan Resensi dan Notasi Ilmiah.


BAB II

PEMBAHASAN

A. KAJIAN TEORI

Istilah resensi berasal dari bahasa Belanda, Resentie, yang berarti kupasan atau pembahasan. Jadi, resensi adalah kupasan atau pembahasan tentang buku, film, atau drama yang biasanya disiarkan melalui media massa, seperti surat kabar atau majalah. Pada Kamus Sinonim Bahasa Indonesia disebutkan bahwa resensi adalah pertimbangan, pembicaraan, atau ulasan buku. Akhir-akhir ini, resensi buku lebih dikenal dengan istilah timbangan buku. Tujuan resensi adalah memberi informasi kepada masyarakat akan kehadiran suatu buku, apakah ada hal yang baru dan penting atau hanya sekadar mengubah buku yang sudah ada.

Adapun pengertian notasi adalah system lambing (tanda) yang menggambarkan bilangan nada-nada dan ujaran. Proses pelambangan, nada atau ujaran dengan tanda (huruf) catatan pendek yang perlu diketahui atau di ingat. Sedangkan ilmiah adalah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, jadi notasi ilmiah adalah ilmu tentang system lambing atau tanda yang menggambarkan bilangan nada atau ujaran dengan tanda huruf.


B. PEMBAHASAN

1. RESENSI

Menurut Webster collegate dictionary 1995. Resensi bertujuan untuk menyaimpaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau hasil karya itu patut mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak bertolak dari tujuan nya, resensi bermanfaat bagi para pembaca untuk menentukan perlu tidaknya pembaca buku tertentu atau perlu tidaknya menikmati suatu hasil karya seni.

Dan perlu kita ketahui agar presensi dapat meresensi sebuah karya yang benar berikut dasar-dasar resensi yaitu presensi memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku itu, presensi menyadari sepenuhnya tujuan meresensi karena sangat menentukan corak resensi yang akan dibuat, presensi memhami betul latar belakang pembaca yang menjadi sasaran nya misal selera, tingkat pendidikan, presensi memahami karakteristik media cetak yang akan memuat resensi. Setiap media cetak mempunyai identitas, termasuk dalam visi dan misi. Dengan demikian, kita akan mengetahui kebijakan dan resensi macam apa yang disukai oleh redaksi, dimuat biasa nya sesuai dengan visi dan misi nya.

Kelebihan dan kekurangan buku adalah objek resensi, tetapi pengungkapannya haruslah merupakan penilaian objektif dan bukan menurut selera pribadi si pembuat resensi. Umumnya, di akhir ringkasan terdapat nilai-nilai yang dapat diambil hikmahnya.Pembuat resensi disebut resensator. Sebelum membuat resensi, resensator harus membaca buku itu terlebih dahulu. Sebaiknya, resensator memiliki pengetahuan yang memadai, terutama yang berhubungan dengan isi buku yang akan diresensi. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam penyusunan sebuah resensi :

a. Ada data buku, meliputi nama pengarang, penerbit, tahun terbit, dan tebal buku.
b. Pendahuluannya berisi perbandingan dengan karya sebelumnya, biografi pengarang, atau hal yang berhubungan dengan tema atau isi.
c. Ada ulasan singkat terhadap buku tersebut.
d. Harus bermanfaat dan kepada siapa manfaat itu ditujukan.

Umumnya resensi terdiri dari

a. Judul
Judul resensi harus menarik dan selaras dengan keseluruhan isi resensi

b. Identitas buku
meliputi judul buku(judul asli dan Modern.terjemahan),penulis, penerbit, tahun terbit, tebal buku.

c. Isi
Meliputi :
  • ulasan singkat isi
  • keunggulan buku,
  • kelemahan buku,
  • rumusan kerangka
d. Penutup
Penutup resensi biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa. Selain itu dapat juga berisi kelemahan buku.


Resensi adalah tulisan yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan sebuah karya baik yang berupa buku maupun yang berupa karya seni. Tulisan ini biasanya dimuat di media cetak seperti koran, majalah, atau tabloid. Dilihat dari segi isinya terdapat berbagai macam resensi, antara lain resensi buku, resensi novel, resensi buku kumpulan cerpen, resensi film, resensi, patung, dan sebagainya. Penulis resensi adalah orang yang memiliki pengetahuan tentang bidang yang diresensi dan memiliki kemampuan untuk menganalisis sebuah karya secara kritis sehingga dapat menjelaskan kelemahan dan kelebihan dari karya yang diresensi.

Resensi dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada pembaca tentang sebuah karya sehingga pembaca mengetahui apakah karya yang diresensi itu merupakan karya yang bermutu atau tidak. Resensi akan sangat bermanfaat apabila karya yang diresensi relatif masih baru. Semakin baru karya yang diresensi, semakin baik. Hal itu dimaksudkan agar pembaca segera mengetahui apakah karya itu layak untuk dinikmati atau tidak.

2. KOMPONEN RESENSI NOVEL

Komponen yang dapat dibahas dalam menyusun resensi novel adalah sebagai berikut.

a. Tema
Tema apakah yang diungkap dalam novel? Apakah tema yang diungkapkan itu menarik pembaca secara umum? Apakah tema sudah sering diungkapkan dalam seri cerita lain yang dibuatnya? Apakah tema dapat diterima sebagai kebenaran yang umum?

b. Alur Cerita
Bagaimana peristiwa-peristiwa diatur dalam cerita? Apa keunikan susunan peristiwa yang digunakan pengarang? Apakah ada pembaruan susunan peristiwa dalam cerita itu?

c. Penokohan
Bagaimana pengarang memberi (menciptakan) watak atau karakter pada tokoh-tokohnya? Bagaimana sifat tokoh tersebut? Adakah keunikan dalam menciptakan watak tokoh?

d. Sudut Pandang
Sudut pandang apa yang dipakai pengarang untuk menyampaikan cerita? Adakah keunikan sudut pandang dalam cerita?

e. Latar Cerita
Bagaimana latar cerita digunakan? Apakah latar ceritanya cocok dengan peristiwa?

f. Nilai-nilai
Nilai-nilai apakah yang dapat diambil pembaca dari cerita? Adakah nilai-nilai baru yang dikembangkan?

g. Bahasa dan Gaya Cerita
Bagaimana bahasa yang digunakan pengarang? Apakah cerita disampaikan dengan cara humor, serius, atau sinisme?

h. Pengarang
Siapa pengarang cerita itu? Bagaimana latar belakang kehidupannya? Bagaimana kreativitasnya?

Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menulis resensi buku (novel) adalah:

a. Tahap Persiapan meliputi:
  • Membaca contoh-contoh resensi;
  • dan Menentukan buku yang akan diresensi.
b. Tahap Pengumpulan Data meliputi:
  • Membaca buku yang akan diresensi;
  • Menandai bagian-bagian yang akan dijadikan kutipan sebagai data meliputi hal-hal yang menarik dan tidak menarik dari buku (novel) yang diresensi;
  • Mencatat data-data penulisan resensi yang telah diperoleh melalui membaca buku yang diresensi.
c. Tahap Penulisan meliputi:
  • Menuliskan identis buku;
  • Mengemukakan isi buku (sinopsis novel dan unsur-unsur intrinsik lainnya ); Mengemukakan kelebihan dan kekurangan buku (novel) baik dari segi isi maupun bahasa;
  • Merevisi resensi dengan memperhatikan susunan kalimatnya, kepaduan paragrafnya, diksinya, ejaan dan tanda bacanya. Membuat judul resensi.

Catatan:


Judul resensi harus singkat, menarik, dan menggambarkan isi resensi.

Cara menemukan kekurangan dan kelebihan buku yang diresensi yaitu dengan cara membandingkan buku yang diresensi dengan buku lain yang sejenis baik oleh pengarang yang sama maupun oleh pengarang lain yang meliputi segi isi atau pun bahasanya (untuk novel meliputi semua unsur intrinsiknya);

Mencari hal-hal yang menarik atau disukai dan hal-hal yang tidak disukai dari buku tersebut dan mencari alasan mengapa demikian.

Kiat Praktis Menulis Resensi Buku

a. Judul resensi
b. Identitas karya (buku) yang diresensi
c. Uraian tentang jenis karya yang diresensi
d. Uraian tentang kelebihan dan kekurangan karya yang diresensi
e. Kesimpulan yang berisi penegasan kembali mengenai layak tidaknya karya tersebut untuk dinikmati oleh pembaca.

Dalam sebuah resensi tidak semua cerita tersebut diulas oleh penulis. Biasanya penulis hanya memilih aspek yang dianggap paling menarik. Pertimbangan tentang kemenarikan itu bersifat relatif subjektif. Oleh karena itu, resensi novel itu bersifat subjektif pula. Jika anda telah membaca novel secara keseluruhan, hal-hal yang harus dicatat untuk membuat resensi bisa mengikuti cara seperti yang telah dikemukakan di atas, atau mengikuti cara berikut.

a. Memberitahukan kepada masyarakat akan terbitnya buku baru dengan menginformasikan data-data, seperti judul novel, pengarang, penerbit, dan jumlah halaman.

b. Menginformasikan jenis novel, tema, alur cerita, penokohan, sudut pandang, latar cerita, nilai-nilai, bahasa dan gaya cerita, reputasi pengarang, dan latar belakang penerbitan.

c. Menyampaikan tujuan penulisan atau ringkasan novel.

d. Menegaskan keunggulan dan kelemahan novel, apakah bermanfaat bagi masyarakat atau tidak. Apakah novel itu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau tidak, bernilai bagi masyarakat atau tidak, dan seterusnya.


Contoh Resensi Novel


Judul: Chinese Propaganda Posters
Essay: Anchee Min, Duo Duo, dan Stefan R Landsberger
Penerbit: Taschen, Jerman, 2011

Buku ini memang lebih memiliki banyak gambar ketimbang teks. Namun gambar yang termuat di dalam bukanlah gambar biasa. Gambar tersebut tak lain poster-poster propaganda Mao Tse Tung ketika ia memgang kekuasaan di Cina. Seperti halnya banyak pemegang kekuasaan, Mao pun ingin mempertahankan statusnya sebagai pemimpin partai. Apalagi ia mencetuskan Revolusi Kebudayaan di negeri itu hingga tahun 1970-an. Ia menyebutanya Great Leap.

Dari poster propaganda tersebut, Mao tidak hanya mempopulerkan Revolusi Kebudayaan, melainkan juga berusaha untuk mengultuskan dirinya. Usahanya boleh dibilang berhasil. Buktinya hingga kini masih banyak orang yang percaya dengan kebenaran ajaran Mao.Dalam poster-poster yang termuat dalam buku ini, Mao menggambarkan dirinya sebagai sosok yang dicintai oleh rakyatnya, dan dapat membawa Cina ke arah yang kebih baik, Cina yang lebih makmur di bawah pemerintahan partai komunis.

Bahkan beberapa poster memperlihatkan pentingnya “melupakan” kepentingan diri sendiri, bahkan nyawa, untuk kepentingan partai. Tapi toh dari beberapa catatan litartur yang ada, usaha Mao ternyata hanya isapan jempol. Usaha untuk memakmurkan Cina justru membawa penderitaan bagi rakyat. Bagaimana tidak, ketika Mao berkuasa kemiskinan semakin menjadi-jadi, kebebasan menjadi barang langka, dan tekanan terjadi kepada mereka yang dianggap memiiki orientasi ke Barat.

Poster-poster yang ada dalam buku ini paling tiak menjadi sebuah “monumen” yang mengingatkan kembali kepada siapa saja bahwa kekuasaan cenderung melanggengkan diri, dengan menghalalkan segala cara.Kekurangan buku ini, menurut hemat saya, tidak adanya sebuah analisa yang memadai atas poster-poster tersebut. Poster-poster tersebut hanya memiliki data seputar pembuatnya, judul, dan latar belakang dibuatnya poster tersebut. Jika saja poster tersebut dilengkapi dengan kajian yang mendalam dengan melibatkan metodologi tertentu, semisal semiotik, maka buku ini akan menjadi lebih bernas.


3. NOTASI ILMIAH

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian notasi adalah sistem lambang (tanda) yang menggambarkan blangan nada-nada dan ujaran. Proses pelambangan, nada atauujaran dengan tanda (huruf), catatan pendek yang perlu diketahui atau diingat. Sedangkan ilmiah adalah bersifat ilmu. Secara ilmu pengetahuan. Jadi notasi ilmiah adalah ilmu tentang sistem lambang (tanda) yang menggambarkan bilangan nada atau ujaran dengan tanda huruf.

Ada tiga teknik yang popular yang banyak digunakan di berbagai perguruan tinggi baik PTN maupun PTS, yakni sebagai berikut:

a. Footnote

Footnote adalah catatan pada kaki halaman untuk menyatakan sumber kutipan, pendapat buah pikiran, fakta-fakta, atau ikhtisar. Footnote dapat juga brisi komentar mengenai suatu hal yang dikemukakan di dalam teks, seperti keterangan wawancara, pidato di televisi, dan yang sejenisnya. Gelar akademik dan gelar kebangsawanan tidak disertakan serta nama pengarang atau penulis tidak dibalik.

Penulisan nomor pada footnote sesuai dengan nomor kutipan dengan menggunakan angka Arab, yaitu angka yang berasal dari ejaan Arab yang sekarang menjadi ejaan internasional (1,2,3, dan seterusnya) yang diketik naik setengah spasi. Footnote pada tiap bab diberi nomor urut, mulai dari angka 1 sampai dengan selesai dan dimulai dengan nomor satu lagi pada bab-bab berikutnya. Urutan Penulisan footnote antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi yang lain berbeda karena pada umumnya, karena setiap perguruan tinggi memiliki pedoman penulisan masing-masing. Footnote yang merupakan rujukan ditulis berdasarkan cara berikut :

~ Nama pengarang tanpa dibalik urutannya, diikuti koma.

~ Judul karangan dicetak miring tidak diikuti dengan koma

~ Nama penerbit dan angka tahun diapit tanpa kurung diikuti koma

~ Nomor halaman dapat disingkat hlm atau h.

~ Angka nomor halaman diakhiri titik


Contoh :

Nama depan dan keluarga pengarang, Judul Buku, (Tempat terbit: nama penerbit, tahun), halaman.

*judul buku bisa digaris bawahi atau di-italic. Contoh:


Torbjorn L. Knutsen, A History of International Relations Theory: An Introduction, (Manchester: Manchester University Press, 1992), p.23

Contoh-contoh footnote

~ Footnote diambil dari buku :

12 Andrew Spencer, Morphological Theory: An Introduction to Word Strucuture in Generative Grammar, (Cambridge, Massachusetts: Blackwell Publishers, 1993), hlm. 81.

~ Footnote dari majalah

16 Ahmad Ta’rifin, “Menimbang Paradigma Liberalisme dalam Praktik Persekolahan” (Pekalongan: Forum Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam STAIN Pekalongan, No. 1 Juni, III, 2005), hlm. 123.

~ Footnote dari surat kabar

17 Rokhmah Sugiarti, “Meluruskan Mitos Jari-jari Perempuan” (Semarang: Suara Merdeka, 29 Mei 2000), hlm. 7.

~ Footnote dari makalah

18 Din Syamsuddin, “Peranan Golkar dalam Pendidikan Politik Bangsa”, Makalah Disampaikan dalam Seminar Nasional Peranan Pendidikan Islam dalam Pendidikan Politik di Indonesia yang Diselenggarakan Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang, 19-21 Mei 1996.


~ Karangan yang tidak diterbitkan, seperti skripsi, tesis, dan disertasi

19 Afdol Tharik Wastono, “Kongruensi dan Reksi dalam Bahasa Arab” (Jakarta: Tesis Magister umaniora, Perpustakaan UI, 1997), hlm. 82.

~ Pidato di televisi

22 Penjelasan A. Latief dalam siaran Pembinaan Bahasa Indonesia melalui TVRI, Selasa, 4 Agustus 1987 pukul 20.35 WIB.

b. Innote

Pada teknik ini, sumber kutipan ditulis atau diletakkan sebelum bunyi kutipan atau diletakkan dalam narasi atau kalimat sehingga menjadi bagian dari narasi atau kalimat. Catatan perut adalah sebuah keterangan yang dicantumkan pada margin bawah yang berfugsi untuk menjelaskan suatu kata yang berada dalam teks yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Pada innote ketentuannya adalah sebagai berikut:

~ Membuat pengantar kalimat sesuai dengan keperluan

~ Menulis nama akhir pengarang

~ Mencantumkan tahun terbit, titik dua, dan nomor halaman di dalam kurung

~ Menampilkan kutipan, baik dengan kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung.

Contoh :

Penulisan Catatan Perut: “…………..”(Nama, Tahun : No hal)

Dialektika adalah metode metafisika yang mendatangkan atau menghasilkan pengetahuan tertinggi ( Lore Bagus, 1997 : Kamus Filsafat , hlm. 167 )



c. Endnote

Pada teknik endnote, nama pengarang diletakkan setelah bunyi kutipan atau dicantumkan di bagian akhir narasi, dengan ketentuan sebagai berikut:

~ Membuat pengantar kalimat sesuai dengan keperluan

~ Menampilkan kutipan, baik dengan kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung

~ Menulis nama akhir pengarang tanpa koma, tahun terbit titik dua, dan nomor halaman di dalam kurung dan akhirnya diberi titik.

Footnote dan endnote juga berfungsi untuk menyampaikan keterangan tambahan yang dibutuhkan dan merujuk pada bagian lain dari karya ilmiah. Perbedaan diantara keduanya adalah jika footnote terletak pada bagian bawah halaman, endnote terletak pada akhir tulisan atau setiap bab. Namun, tata cara pembuatan kutipannya sama yakni:

Nama depan dan keluarga pengarang, Judul Buku, (Tempat terbit: nama penerbit, tahun), halaman.

*judul buku bisa digaris bawahi atau di-italic. Contoh:

Torbjorn L. Knutsen, A History of International Relations Theory: An Introduction, (Manchester: Manchester University Press, 1992), p.23

Contoh :

Ada aspek penguasaan pragmatik, anak dianggap sudah dapat berbahasa pada waktu ia mampu mengeluarkan kata-kata pertamanya, yaitu sekitar usia satu tahun. Akan tetapi sesungguhnya sejak masa-masa awal setelah kelahirannya anak mampu berkomunikasi dengan ibunya.

Demikian juga orang-orang dewasa di lingkungannya pun memperlakukan anak seolah-olah sudah dapat berbicara (Spencer dan Kass, 1970 : 130).


d. Penulisan Ibid, op.cit, dan loc. cit.


Gambar 2 Ibid, Op.cit, dan Loc.cit

Singkatan ini digunakan untuk memendekkan penulisan informasi pustaka dalam footnote. Penulisan harus memperlihatkan persyaratan baku yang sudah lazim.

~ Ibid

Ibid singkatan kata ibidium berarti di tempat yang sama dengan diatasnya. Ibid ditulis dibawah catatan kaki yang mendahuluinya. Ibid tidak dipakai apabila telah ada catatan kaki lain yang menyelinginya. Ibid diketik atau ditulis dengan huruf kapital pada awal kata, dicetak miring, dan diakhiri titik. Apabila referensi berikutnya berasal dari jilid atau halaman lain, urutan penulisan : ibid, koma, jilid, halaman.

Contoh :

Hernomo, Mengikat Mana, (Bandung: Mizan, 2002), hlm. 109-130.

Ibid., 133-145.

~ op. cit. (ofere citato)

contoh :

Sajipto Raharjo, Hukum Masyarakat dan Pembangunan (Bandung: Alumni, 1976),111.

Daniel Goleman, Emotional Intelligence.(Jakarta: Gramedia,2001),161.

Bobby dePorter & Mike Hernacki, Quantum Bussiness, terj. Basyarah Nasution, (Bandung; Kaifa, 2000), 63-87.

Rahardjo, Op.Cit., 125.

~ loc. cit (loco citato)

Loc. cit singkatan loco citato, berarti di tempat yang telah disebutkan,

Merujuk sumber data pustaka yang sama yang berupa buku kumpulan esa, jurnal, ensiklopedi, atau majalah, dan telah diselingi sumber lain .

Jika halaman sama kata loc.cit tidak diikuti nomor halaman, jika halaman berbeda kata loc. cit diikuti nomor.

Menyebutkan nama famili (keluarga) pengarang.

Contoh :

Sarwiji Suwandi, “Peran Guru dalam meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi“, Kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta : Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, 2003), 1-15

Abraham H. Maslow, Motivasi dan Kepribadian 2 terj. Nurum Imm, (Jakarta : Pustaka Binaman Presindo, 1994), 1-40

Suwandi, loc.cit.




BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Dalam menulis atau menyusun karya tulis baik itu karaya tulis ilmiah, artikel maupun resensi telah ditentukan atuaran-atuaran yang baku. Seorang yang hendak melakukan kegiatan menulis atau menyusun setidanya harus menguasai empat keterampilan berbahasa.Empat keterampilan berbahasa itu adalah mendengar, berbicara, mambaca dan menulis. Untuk sekedar mendengar dan menyimak, asalkan saja telinga kita tidak bermasalah siapapun biasa melakukanya. Namun, untuk menjadi pendengar yang mampu memehami pembicaraan diperlukan kemampuan mendengar yang baik atau menguasai teknik mendengar. Sama halnya dalan kegiatan membaca, berbicara dan menulis. Untuk menjadi penulis yang baik maka kita haraus menguasai teknik-tekniknya.

B. SARAN

Makalah ini disusun berdasarkan refernsi yang faktual sebagaimana daftar acuan yang dipakai penyusun. Semua materi yang di sajikan dalam makalah ini adalah sesuai dengan kamus besar bahasa Indonesia. Namun, karena hakikat manusia yang dimiliki penyususn mungkin ada kekurangan di dalam penyajian makalah ini. Untuk itu penyusun menyarankan pembaca untuk senantiasa mencari referensi lain, untuk memperkaya jangkauan pengetahuannya.

Post a Comment for "Makalah Resensi & Notasi Ilmiah - Bahasa Indonesia - maswijaba"