Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting

Makalah Graph Based Testing - Testing QA & Perangkat Lunak

maswijaba.my.id

1. Graph Based Testing

Langkah pertama pada pengujian black box adalah memahami objek yang terdapat dalam model perangkat lunak dan menentukan hubungan yang dimiliki antara objek-objek tersebut. Pengujian berbasiskan model graph dilakukan terhadap perilaku system. Graph-based testing menggambarkan graph yang mewakili hubungan antar objek pada modul sehingga tiap objek dan hubungannya dapat diuji. Pengujian ini dimulai dari mendefinisikan semua simpul dan bobot simpul, dimana objek dan atribut diidentifikasikan, serta memberikan indikasi titik mulai dan berhenti (Smirnov, 2002 & Laurie, 2006).

Langkah ini dapat dicapai dengan membuat grafik, dimana berisi kumpulan node yang mewakili obyek, penghubung / link yang mewakili hubungan antar obyek, bobot node yang menjelaskan properti dari suatu obyek, dan bobot penghubung yang menjelaskan beberapa karakteristik dari penghubung / link. 

Keterangan :

  • Nodes direpresentasikan sebagai lingkaran yang dihubungkan dengan garis penghubung.
  • Suatu hubungan langsung (digambarkan dalam bentuk anak panah) mengindikasikan suatu hubungan yang bergerak hanya dalam satu arah.
  • Hubungan dua arah, juga disebut sebagai hubungan simetris, menggambarkan hubungan yang dapat bergerak dalam dua arah.
  • Hubungan paralel digunakan bila sejumlah hubungan ditetapkan antara dua nodes.

Contoh :

  • Berdasarkan pada gambar, pemilihan menu [New File] akan menghasilkan (generate) layar dokumen.
  • Bobot node dari layar dokumen menyediakan suatu daftar atribut layar yang diharapkan bila layar dibuat (generated).
  • Bobot hubungan mengindikasikan bahwa layar harus telah dibuat dalam waktu kurang dari 1 detik.
  • Suatu hubungan tak langsung ditetapkan sebagai hubungan simetris antara pemilihan menu [New File] dengan teks dokumen, dan hubungan paralel mengindikasikan hubungan layar dokumen dan teks dokumen.
Beizer : Sejumlah metode tingkah laku testing yang dapat menggunakan grafik
  • Pemodelan Alur Transaksi , dimana node mewakili langkah- langkah transaksi (misal langkah- langkah penggunaan jasa reservasi tiket pesawat secara on-line ), dan penghubung mewakili logika koneksi antar langkah (misal masukan informasi penerbangan diikuti dengan pemrosesan validasi / keberadaan).
  • Pemodelan Finite State, dimana node mewakili status software yang dapat diobservasi (misal tiap layar yang muncul sebagai masukan order ketika kasir menerimaa order), dan penghubung mewakili transisi yang terjadi antar status (misal informasi order diverifikasi dengan menampilkan keberadaan inventori dan diikuti dengan masukan informasi penagihan pelanggan).
  • Pemodelan Alur Data, dimana node mewakili obyek data (misal data Pajak dan Gaji Bersih), dan penghubung mewakili transformasi untuk me-translasikan antar obyek data (misal Pajak = 0.15 x Gaji Bersih).
  • Pemodelan Waktu / Timing, dimana node mewakili obyek program dan penghubung mewakili sekuensial koneksi antar obyek tersebut. Bobot penghubung digunakan untuk spesifikasi waktu eksekusi yang dibutuhkan.
Testing berbasis grafik (graph based testing) dimulai dengan mendefinisikan semua nodes dan bobot nodes. Dalam hal ini dapat diartikan bahwa obyek dan atribut didefinisikan terlebih dahulu. Data model dapat digunakan sebagai titik awal untuk memulai, namun perlu diingat bahwa kebanyakan nodes merupakan obyek dari program (yang tidak secara eksplisit direpresentasikan dalam data model). Agar dapat mengetahui indikasi dari titik mulai dan akhir grafik, akan sangat berguna bila dilakukan pendefinisian dari masukan dan keluaran nodes.

Bila nodes telah diidentifikasi, hubungan dan bobot hubungan akan dapat ditetapkan. Hubungan harus diberi nama, walaupun hubungan yang merepresentasikan alur kendali antar obyek program sebenarnya tidak butuh diberi nama. Pada banyak kasus, model grafik mungkin mempunyai loops (yaitu, jalur pada grafik yang terdiri dari satu atau lebih nodes, dan diakses lebih dari satu kali iterasi). Loop testing dapat diterapkan pada tingkat black box. Grafik akan menuntun dalam mengidentifikasi loops yang perlu dites

Terdapat tiga pola link weight, yaitu :
  1. Transitivitas, yaitu hubungan antara tiga objek atau lebih yang menentukan bagaimana pengaruh hubungan tersebut menyebar pada objek yang ditentukan.
  2. Simetris, yaitu hubungan antara dua objek secara dua arah.
  3. Refleksif, yaitu hubungan yang mengarah pada node itu sendiri atau loop null.
Beberapa metode pengujian black box yang menggunakan graf, yaitu :
  1. Transaction Flow Modeling, metode ini menggunakan node sebagai representasi langkah pada transaksi, dan link sebagai representasi hubungan logika antara langkah-langkah tersebut.
  2. Finite state modeling, metode ini menggunakan node sebagai representasi status dan link sebagai representasi transisi. Statechart atau state transition diagram dapat digunakan untuk membuat graf.
  3. Data flow modeling, metode ini mengunakan node sebagai represan objek data dan link sebagai transformasi dari satu objek data ke objek data yang lain.
  4. Timing modeling, metode ini menggunakan node sebagai representasi objek program dan link sebagai hubungan sekuensial antara objek. (Smirnov, 2002 & Laurie, 2006)

Post a Comment for "Makalah Graph Based Testing - Testing QA & Perangkat Lunak"